Total Tayangan Halaman

Selasa, 31 Oktober 2023

PENYUCIAN JIWA (تزكية النفس)

Oleh : H. Nurfin Sihotang, MA., Ph.D.

Editor : Muhammad Ya’kub Harahap

A. Pendahuluan

Jiwa manusia selain memiliki karakter yang baik, ternyata bisa juga terjerumus dalam sifat atau karakter yang jelek. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW. Yang berbunyi :

 انّ في الجسد مضغة اذا صلحت صلح الجسد كله واذا فسدت فسد الجسد كله, الا وهي القلب  

Pertanyaanya bagaimana mensucikan jiwa yang kotor atau فسدت  tersebut. Inilah yang akan diuraikan dalam pembahasan berikut.

B. Dalil dan Pengertian

1. Al-Qur’an

قد أفلح من تزكّى. وذكر اسم ربه فصلّى. بل تؤثرون الحياة الدنيا. والأخرة خير وأبقى

Artinya : “sungguh beruntung orang yang membersihkan diri. Dan dia ingat nama tuhanya, lalu dia sembahyang. Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi. Sedang kehidupan akhirat lebih baik dan lebih kekal”. (Q.S. al-A’laa 14-17)

ونفس وما سواها. فألهمها فجورها وتقوىها. قد أفلح من زكّها. وقد خاب من دسّىها.

Artinya : “dan jiwa serta peyempurnaanya. Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu jalan kefasikan dan ketakwaanya. Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu. Dan seseungguhnya merugilah orang yang mengotorinya”. (Q.S. asy-Syams 7-10)

2. Hadits

انّ في الجسد مضغة اذا صلحت صلح الجسد كله واذا فسدت فسد الجسد كله, الا وهي القلب

Artinya : “sesungguhnya di dalam tubuh ada segumpal darah, jika dia bagus maka baguslah tubuh seluruhnya, dan jika dia rusak maka rusaklah tubuh seluruhnya, ketahuilah, dan dia itu adalah hati”.

Dari hadits dan ayat tersebut bahwa jiwa yang suci adalah menyebut nama tuhan, dalam ayat lain disebut فاذكروني أذكركم dan ayat فصلّ لربك وانحر yaitu menegakan shalat, serta ayat أقم الصلاة لذكري. Sedangkan jiwa kotor adalah بل تؤثرون الحياة الدني tamak dunia dan mengabaikan akhirat. Dalam surah an-Naazi’aat 37-39 disebut sebagai فأما من طغى. وءاثر الحياة الدنيا. فانّ الجحيم هي المأوى selain terpengaruh kehidupan dunia adalah كذّبت ثمود بطغوىها surah asy-Syams ayat 11. Dari penjelasan tersebut dapat dipahami bahwa jiwa yang suci harus ditumbuhkembangkan, sedangkan jiwa yang kotor harus disucikan.

C. Timbulnya Jiwa yang Kotor

الانسان – الجسمنية والروحنية – السمع والبصر والأفئدة

النفس - الجسمنية والروحنية – القلب الصليح والقلب الفسد 

عقل مشقفة – قول صدق – قلب سليم

Perbuatan dan perilaku manusia bertitik tolak dari kesadaran jiwa atau nafsunya, jika kesadaran jiwa tunduk pada ayat-ayat Allah, baik yang didengar atau yang dilihat, maka itulah yang turun kehatinya, sehingga mata hatinya menjadi صلح atau سليم dan nafsunya menjadi نفس المطمئنة dan ketika naik keakalnya, maka akalnya menjadi عقل مشقفة dan عقل مستقيم dan ketika diekspresikan dalam bentuk perkataan, maka perkataanya benar (قول الحق), dan ketika mau dilakukan dalam perbuatan, maka menjadi perbuatan terpuji dan bermanfaat.

Sebaliknya, jika kesadaran jiwa justru mengabaikan ayat-ayat Allah, baik yang terbaca atau terlihat atau dalam bahasa lain disebut mengabaikan perintah dan larangan Allah, maka demikian itu yang turun kehati menjadi hati yang فسدت atau مريض atau قشوة bahkan ختم. Nafsu inilah yang menjadi نفس الامارة dan نفس اللوامة, ketika naik keakal akan menjadi akal منحرف atau akal negative thinking atau ngakal-ngakali dan ketika hendak diungkapkan dalam bentuk perkataan bisa bohong dan munafiq, dan ketika ditampilkan dalam perbuatan, perbuatanya menyakiti orang lain dan dirinya sendiri.

D. Langkah-langkah Membersihkan Jiwa

Lang-langkah yang dapat digunakan dalam membersihkan jiwa ada sepuluh perkara, yaitu ;

1. Menguatkan keimanan dan rukun iman setelah mengamalkan rukun islam dan tampil ihsan.

2. Husnudzon atau prasangka baik

3. Qona’ah

4. Ikhlas

5. Istiqomah

6. Sabar

7. Tasamuh atau toleran

8. Ikhtiar

9. Suka berdo’a dan istighfar

10. Senantiasa bersyukur

E. Penutup

Saatnya membersihkan jiwa dan kesadaran jiwa, serta harus tunduk pada ayat-ayat kitab suci, konstitusi dan budaya sehingga menjadi hati yang قلب صلح, قلب وجل dan نفس المطمئنة serta bukan sebaliknya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar